JENIS-JENIS KAPAL

   1.Kapal pesiar

Kapal pesiar (bahasa Inggris: cruise ship atau cruise liner) adalah kapal penumpang yang dipakai untuk pelayaran pesiar. Penumpang menaiki kapal pesiar untuk menikmati waktu yang dihabiskan di atas kapal yang dilengkapi fasilitas penginapan dan perlengkapan bagaikan hotel berbintang. Sebagian kapal pesiar memiliki rute pelayaran yang selalu kembali ke pelabuhan asal keberangkatan. Lama pelayaran pesiar bisa berbeda-beda, mulai dari beberapa hari sampai sekitar tiga bulan tidak kembali ke pelabuhan asal keberangkatan.
Kapal pesiar berbeda dengan kapal samudra (ocean liner) yang melakukan rute pelayaran reguler di laut terbuka, kadang antar benua, dan mengantarkan penumpang dari satu titik keberangkatan ke titik tujuan yang lain. Kapal yang lebih kecil dan sarat air kapal yang lebih rendah digunakan sebagai kapal pesiar sungai.

2.Kapal penumpang

Kapal penumpang adalah kapal yang digunakan untuk angkutan penumpang. Untuk meningkatkan effisiensi atau melayani keperluan yang lebih luas kapal penumpang dapat berupa kapal Ro-Ro, ataupun untuk perjalanan pendek terjadwal dalam bentuk kapal feri.
Di Indonesia perusahaan yang mengoperasikan kapal penumpang adalah PT. Pelayaran Nasional Indonesia yang dikenal sebagai PELNI, sedang kapal Ro-Ro penumpang dan kendaraan dioperasikan oleh PT ASDP, PT Dharma Lautan Utama, PT Jembatan Madura dan berbagai perusahaan pelayaran lainnya.

3.Kapal Ro-Ro

Kapal Ro-Ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk kedalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga sehingga disebut sebagai kapal roll on – roll off disingkat Ro-Ro, untuk itu kapal dilengkapi dengan pintu rampa yang dihubungkan dengan moveble bridge atau dermaga apung ke dermaga.
Kapal Roro selain digunakan untuk angkutan truk juga digunakan untuk mengangkut mobil penumpang, sepeda motor serta penumpang jalan kaki. Angkutan ini merupakan pilihan populer antara Jawa dengan Sumatera di MerakBakauheni, antara Jawa dengan Madura dan antara Jawa dengan Bali

4.Kapal barang

Kapal barang atau kapal kargo adalah segala jenis kapal yang membawa barang-barang dan muatan dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Ribuan kapal jenis ini menyusuri lautan dan samudra dunia setiap tahunnya – memuat barang-barang perdagangan internasional. Kapal kargo pada umumnya didesain khusus untuk tugasnya, dilengkapi dengan crane dan mekanisme lainnya untuk bongkar muat, serta dibuat dalam beberapa ukuran.
Jenis-jenis pengangkutan kargo termasuk kapal kontainer dan pengangkutan massal.
Catatan terawal mengenai aktivitas pengangkutan laut menyebut pengangkutan barang-barang untuk perdagangan; bukti-bukti sejarah dan arkeologi membuktikan bahwa kegiatan ini sudah meluas pada awal abad ke-1 SM. Keinginan untuk mengoperasikan rute perdagangan untuk jarak yang lebih jauh dan pada lebih banyak musim memotivasi perbaikan dalam desain kapal pada masa Zaman Pertengahan.
Sebelum pertengahn abad ke-19, kasus-kasus pembajakan mengakibatkan kapal-kapal harus dipersenjatai, kadang dengan berat, seperti pada kasus Galleon Manila dan East Indiamen.
Pembajakan masih sering terjadi di lautan sekitar Asia, terutamanya di Selat Malaka. Pada tahun 2004, pemerintah negara-negara yang berbatasan dengan selat ini – Singapura, Indonesia dan Malaysia setuju untuk memberikan perlindungan lebih kepada kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.

5.Kapal tanker

Kapal tanker ialah kapal yang dirancang untuk mengangkut minyak atau produk turunannya. Jenis utama kapal tanker termasuk tanker minyak, tanker kimia, dan pengangkut LNG.
Di antara berbagai jenis kapal tanker, supertanker dirancang untuk mengangkut minyak sekitar Tanduk Afrika dan Timur Tengah. Supertanker Knock Nevis adalah pengangkut terbesar di dunia.
Di samping mengangkut pipa saluran, kapal tanker juga kendaraan untuk mengangkut minyak mentah, yang terkadang dapat menimbulkan malapetaka lingkungan akibat tumpahan minyaknya ke laut. Untuk malapetaka yang terkenal yang diakibatkan oleh kapal tanker, lihat Torrey Canyon, Exxon Valdez, Amoco Cadiz, Erika, Prestige.
Berikut adalah pengelompokan kapal tanker menurut kapasitasnya:

6.Kapal tunda

Kapal tunda adalah kapal yang dapat digunakan untuk melakukan manuver / pergerakan, utamanya menarik atau mendorong kapal lainnya di pelabuhan, laut lepas atau melalui sungai atau terusan. Kapal tunda digunakan pula untuk menarik tongkang, kapal rusak, dan peralatan lainnya.
Kapal tunda memiliki tenaga yang besar bila dibandingkan dengan ukurannya. Kapal tunda zaman dulu menggunakan mesin uap, saat ini menggunakan mesin diesel. Mesin Induk kapal tunda biasanya berkekuatan antara 750 sampai 3000 tenaga kuda (500 s.d. 2000 kW), tetapi kapal yang lebih besar (digunakan di laut lepas) dapat berkekuatan sampai 25 000 tenaga kuda (20 000 kW). Kebanyakan mesin yang digunakan sama dengan mesin kereta api, tetapi di kapal menggerakkan baling-baling. Dan untuk keselamatan biasanya digunakan minimum dua buah mesin induk.
Kapal tunda memiliki kemampuan manuver yang tinggi, tergantung dari unit penggerak. Kapal Tunda dengan penggerak konvensional memiliki baling-baling di belakang, efisien untuk menarik kapal dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Jenis penggerak lainnya sering disebut Schottel propulsion system (azimuth thruster/Z-peller) di mana baling-baling di bawah kapal dapat bergerak 360° atau sistem propulsi Voith-Schneider yang menggunakan semacam pisau di bawah kapal yang dapat membuat kapal berputar 360°.

Jenis kapal tunda

  1. Kapal tunda konvensional / Towing or Pusher Tug
  2. Kapal tunda serbaguna / Utility Tug
  3. Kapal tunda pelabuhan / Harbour Tug

7.Kapal peti kemas

Kapal peti kemas (Inggris: containership) adalah kapal yang khusus digunakan untuk mengangkut peti kemas yang standar. Peti kemas diangkat ke atas kapal di terminal peti kemas dengan menggunakan kran khusus, yang dapat dilakukan dengan cepat.

8.Kapal keruk

Kapal Keruk atau dalam bahasa Inggris sering disebut dredger merupakan kapal yang memiliki peralatan khusus untuk melakukan pengerukan. Kapal ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan, baik dari suatu pelabuhan, alur pelayaran, ataupun industri lepas pantai, agar dapat bekerja sebagaimana halnya alat-alat levelling yang ada di darat seperti excavator dan Buldoser.
Ada beberapa jenis kapal keruk diantaranya adalah:

Trailing suction hopper dredger

Trailling suction hopper dredger
Sebuah trailing suction hopper dredger atau TSHD menyeret pipa penghisap ketika bekerja, dan mengisi material yang diisap tersebut ke satu atau beberapa penampung (hopper) di dalam kapal. Ketika penampung suda penuh, TSHD akan berlayar ke lokasi pembuangan dan membuang material tersebut melalui pintu yang ada di bawah kapal atau dapat pula memompa material tersebut ke luar kapal. TSHD terbesar di dunia adalah milik perusahaan Belgia yaitu Jan De Nul TSHD. Vasco Da Gama (33.000 m3 penampung, 37,060 kW total tenaga yang ada) dan perusahaan Belanda Boskalis TSHD. W.D. Fairway (35.000 m3 penampung).
PT Pengerukan Indonesia memiliki pula kapal keruk jenis ini seperti TSHD. Halmahera dan TSHD. Irian Jaya. Digunakan untuk melakukan maintenance dredging di pelabuhan-pelabuhan seluruh Indonesia.

Sumber artikel : http://pelayaran.net


KETEL UAP

 

Sebagai salah satu peralatan transportasi kapal membutuhkan penggerak. Penggerak kapal modern dikenal dengan motor penggerak utama atau motor induk atau main engine. Motor penggerak utama, membutuhkan peralatan peralatan pendukung untuk mampu bekerja dengan baik. Kebutuhan bahan bakar misalnya, untuk memindahkan bahan bakar dari tanki bahan bakar menuju ke mesin penggerak utama membutuhkan beberapa peralatan, misalnya saja pompa. Tanpa adanya peralatan bantu tentu motor induk tidak akan bisa bekerja dengan baik.
Jika pompa digunakan untuk memindahkan bahan bakar dari tanki bahan bakar menuju mesin penggerak utama, bagaimana dengan ketel uap? Ketel uap memiliki peran yang penting juga dalam operasional mesin penggerak utama. Bahan bakar yang dipindahkan oleh pompa pada umumnya adalah bahan bakar yang memiliki viskositas yang tinggi, viskositas ini mempengaruhi kekentalan bahan bakar. sehingga jika nilai viskositas tidak diturunkan maka bahan bakar akan mengental dan sulit untuk dipompa dan sulit untuk masuk menuju nozzle bahan bakar mesin penggerak utama. Untuk menurunkan kekentalan ini maka bahan bakar harus dipanaskan terlebih dahulu. Proses pemanasan bahan bakar tidak boleh menggunakan api, karena bahan bakar akan dengan mudah terbakar. Proses pemanasan bahan bakar tersebut menggunakan aliran uap panas yang dialirkan melalui pipa –pipa yang dipasang dalam tangki bahan bakar atau pada jalur aliran bahan bakar menuju mesin penggerak utama. Uap panas yang dialirkan tersebut diperoleh dari boiler atau ketel uap.
artikel dari : http://pelayaran.net 


UPAH atau GAJI minimum PELAUT

Hari Buruh sedunia kembali diperingati dengan sukacita di Indonesia pada 1 Mei lalu. Keinginan mendapatkan kondisi kerja yang lebih baik lagi-lagi diteriakan oleh berbagai serikat buruh yang turun ke jalan-jalan berdemonstrasi merayakan hari yang dikenal juga dengan sebutan May Day itu. Sebagai elemen dari kelompok buruh, pelaut (seafarer) tentu menginginkan juga peningkatan kondisi kerja. Malah, melihat kecelakaan kapal yang sering terjadi di Tanah Air mereka sejatinya perlu mendapatkan lebih. Dalam kalimat lain, mereka perlu standar penggajian atau upah minimum tersendiri yang berbeda dari pekerja sektor lainnya.Mengapa pelaut kita membutuhkan standar upah minimum tersendiri? Apakah pantas mereka mendapatkannya?Kondisi Kerja PelautMenurut International Transportworkers’ Federation (ITF), kerja pelaut sangat berat dan karenanya memerlukan kondisi kerja yang berlainan dengan pekerja sektor lainnya. Kapal layaknya satu pabrik. Tapi ia bergerak terus mengarungi samudera dengan menembus badai, menerjang ombak dan kadang dihadang gerombolan perompak (pirate). Pekerja di atasnya tentulah akan sangat terpengaruh dengan kondisi tersebut, baik fisik maupun mental.Kalau sudah berhadapan dengan badai atau ombak yang menggunung, pilihan yang tersedia hanya dua, meninggal atau selamat. Pekerja di darat juga tidak luput dari kecelakaan, tapi peluang kematian masih juah lebih kecil dibanding pelaut.Kini, dengan makin canggihnya teknologi di atas kapal yang berujung pada makin sedikitnya jumlah pelaut yang dibutuhkan untuk mengawakinya, beban itu makin bertambah. Jika sebelumnya seorang pelaut mengurusi satu pekerjaan tertentu, ia sekarang harus bisa mengerjakan pekerjaan lain dalam waktu hampir bersamaan. Kelelahan luar biasa merupakan dampak yang tidak dapat dihindari oleh pelaut.Keadaan akan makin parah jika ia bekerja di atas kapal berbendera kemudahan (flag of convenience/FOC). Di kapal ini mereka dipekerjakan dengan sangat berat tapi dengan gaji yang sangat minim, malah ada yang tidak mendapat bayaran sama sekali. Menurut organisasi yang bermarkas di London itu, negara yang termasuk kelompok FOC adalah, antara lain, Antigua and Barbuda, Bahamas, Barbados, Liberia dan Perancis (second register).Kalau pun pelaut mendapat waktu istirahat, saat seperti itu tidak terlalu banyak memberi dampak kepada mereka. Pasalnya, tempat istirahat masih di lokasi yang sama dengan tempat bekerja. Inilah faktor yang memengaruhi kondisi mental tadi. Jika pun mereka turun ke darat waktu yang tersedia tidak cukup untuk bersantai dengan cara yang normal. Pelaut biasanya berada di satu pelabuhan paling lama tiga hari selanjutnya berlayar.Upah Minimum PelautMemahami kondisi kerja pelaut selama masa kerjanya di atas kapal meyakinkan kita bahwa mereka memang layak mendapat sedikit keistimewaan dibanding pekerja sektor lainnya. Lantas, berapa upah minimum untuk seorang pelaut?Saat ini pelaut Indonesia digaji oleh pemilik kapal sedikit di atas upah minimum provinsi (UMP). Dengan pola penggajian ini seorang Nahkoda di kapal Indonesia akan bergaji kurang-lebih Rp 3,5 juta per bulan. Sementara, jika ia bekerja di Singapura akan mendapat US$ 2.000 ditambah premi per bulan US$ 200.ITF telah memberikan standar untuk pengupahan pelaut, yakni US$ 1.500. Nominal ini diberikan untuk pelaut dengan pangkat perwira sementara untuk pangkat terendah atau AB (able-bodied seamen) berkisar antara US$ 500 dan US$ 600. Di samping upah minimum para pelaut harus juga dilindungi oleh asuransi. Besarnya sangat tergantung dengan pangkat mereka.Kepangkatan pelaut terbagi dalam dua kelompok: rating dan officer. Yang pertama adalah seluruh jabatan di bawah officer, AB masuk dalam kelompok ini, sementara yang kedua adalah kepala dari berbagai departemen yang ada di atas kapal seperti dek/anjungan, mesin dan lain. Nahkoda tidak termasuk dalam jajaran ini; ia mewakili negara bendera (flag state) sehingga ia dapat bertindak sebagai pembuat akte kelahiran, surat keterangan kematian, perkawinan dan sebagainya.Apakah pemilik kapal Indonesia akan mampu memenuhi upah minimum pelaut itu? Sebetulnya bisa sejauh diberi kemudahan oleh pemerintah dan kalangan lembaga keuangan dalam aspek pajak, kemudahan mendapatkan kredit dengan tingkat suku bunga yang rendah dan lain sebagainya. Saat ini pemilik kapal masih dikenai suku bunga yang sangat tinggi oleh kalangan perbankan dalam negeri, jauh di atas tingkat suku bunga rata-rata yang dikenakan oleh perbankan Singapura atas perusahaan pelayaran di sana, yakni antara 7-8 persen per tahun.Jika standar upah minimum untuk pelaut bisa diterapkan, profesi pelaut akan dilirik dan menjadi pilihan generasi muda Indonesia yang saat ini masih banyak yang menganggur. Mereka akan melihat pekerjaan ini cukup menjanjikan karena gajinya lumayan besar. Jika generasi muda kita berbondong-bondong menjadi pelaut, Indonesia akan menjadi negara maritim yang betul-betul punya jatidiri yang bisa dibanggakan. Semoga


ALAT-ALAT KESELAMATAN atau PENYELAMATAN DIRI


Di kapal kita kenal alat-alat penolong yang wajib sesuai dengan peraturan Internasional SOLAS (Safety Of Life At Sea) 1978.
           



Pada tahun 1978 kita kenal dengan amandemen 1978. Pada tahun 1983 Amandemen 1978 diganti dengan Amandemen 1983. Karena itu semua kapal harus melaksanakan Amandemen 1983 per 01 JULI 1991, maka disini yang kita bicarakan adalah Amandemen 1983.

PERSYARATAN ALAT-ALAT PENOLONG
-         Dibuat dari bahan yang tepat oleh orang yang ahli
-         Harus tahan pada suhu -30° C s.d +65° C
-         Harus diberi waktu yang menyolok
-         Dilengkapi dengan bahan yang dapat memantulkan cahaya
-         Dapat dioperasikan dengan mudah dan baik dalam segala kondisi laut
-         Diberi tanda masa berlakunya dengan jelas


MACAM-MACAM ALAT PENOLONG
-         Alat-alat penolong perorangan
-         Isyarat-isyarat visual
-         Pesawat luput maut
-         Sekoci penyelamat
-         Alat-alat peluncuran dan embarkasi
-         Alat-alat penolong lain


Alat-alat penolong perorangan
a.       Pelampung penolong
b.      Baju berenang
c.       Pakaian cebur
d.      Sarana pelindung panas

1.      PELAMPUNG PENOLONG (LIFE BOUY)
Syarat-syarat pelampung penolong :
-         Diameter luar 800 mm dan diameter dalam 400mm
-         Dibuat dari bahan apung yang menyatu
-         Dapat mengapung 24 jam di air tawar dengan beban besi 14,5 kg
-         Tidak terbakar / meleleh setelah terkurung api selama 2”
-         Mampu dilemparkan dari ketinggian 30 meter
-         Dilengkapi tali pegangan Ф9,5 mm dengan panjang tali 4 x Ф luar
-         Dilengkapi dengan lampu yang menyala sendiri
-         Mempunyai berat tidak kurang dari 2,5 kg
-         Dilengkapi dengan alat pemantul cahaya
-         Tidak boleh rusak oleh pengaruh minyak







2.      JAKET / ROMPI PENOLONG (LIFE JACKET)
-         Satu baju berenang untuk tiap orang diatas kapal
-         Di kapal penumpang harus ada cadangan 5% dari seluruhnya disimpan di store deck

Syarat-syarat :
®    Harus dibuat dari bahan yang baik dan di kerjakan dengan sempurna
®    Harus mampu mengangkat muka orang dari dalam air
®    Tidak boleh rusak oleh pengaruh minyak
®    Harus berwarna mencolok / orange
®    Harus mudah dan cepat digunakan (±1 menit)
®    Harus tahan lompatan dari ketinggian 4,5 meter
®    Harus dilengkapi dengan peluit
®    Dilengkapi dengan alat pemantul cahaya


3.   PAKAIAN CEBUR (SURVIVAL AND IMMER SUITE)
a.    Persyaratan umum :
ð     Harus dari bahan tahan air
ð     Dapat dilepaskan dari kemasan dan dikembalikan tanpa bantuan dalam waktu 2 menit
ð     Dapat digunakan bersama-sama baju berenang
ð     Tidak mudah terbakar setelah terkurung api selama 2 detik
ð     Dapat mentupi seluruh tubuh kecuali muka

b.   Pakaian cebur juga dilengkapi dengan persyaratan baju berenang
c.    Pakaian cebur yang mempunyai daya apung dan dirancang baik tanpa baju berenang harus dilengkapi lampu yang menyala secara otomatis dan peluit
d.   Pada kapal penumpang dan barang dengan sekoci tertutup, paling sedikit tiga buah baju harus dibawa


4. SARANA PELINDUNG PANAS (THERMAL PROTECTIVE AID)
-         Dibuat dari bahan tahan air, dan mempunyai daya serap panas tidak lebih dari 0,25 W/mk, dibuat sedemikian rupa sehingga mengurangi panas karena kedinginan.
-         Menutupi seluruh badan pemakai kecuali mata.
-         Mudah dipakai
-         Dapat dibuka didalam air dalam waktu 2 menit
-         Harus berfungsi dengan baik pada suhu air laut antara -30°C s.d +20 20°C.
-         Harus dapat dipakai dengan baju berenang.



PESAWAT LUPUT MAUT atau SEKOCI PENYELAMAT


Pesawat luput maut terdiri dari :
·        Sekoci penolong (life boat)
·        Rakit penolong
®    Rakit penolong kembung
®    Rakit penolong tegar


1.      SEKOCI PENOLONG (LIFE BOAT)
a.       Syarat-syarat :
·        Panjang tidak boleh kurang dari 24 kaki atau 7,3 meter
·        Harus mempunyai stabilitet yang baik dengan penuh muatan
·        Harus mempunyai tenaga apung yang terpasang tetap
·        Berat maksimum dengan segala isinya tidak boleh lebih dari 20.320 kg
·        Bahan bukan dari kayu

b.      Macam-macam sekoci penolong yang ada diatas kapal:
1.      Sekoci penolong terbuka
2.      Sekoci penolong tertutup sebagian
3.      Sekoci penolong tertutup sebagian yang dapat membalik sendiri
4.      Sekoci penolong yang tertutup seluruhnya
5.      Sekoci penolong dengan sistim dukungan udara yang mengisi sendiri
6.      Sekoci penolong dengan perlindungan kebakaran

c.       Kapasitas sekoci penolong

RUMUS:    KAPASITAS=ISI SEKOCI dalam kaki kubik ÷ 10

ATAU

                            KAPASITAS=ISI SEKOCI dalam meter kubik ÷ 0,283

Catatan : Rumus ini untuk sekoci yang panjangnya 24 kaki atau 7,3 meter





d.      Tangga Embarkasi
Ø      Terbuat dari kayu
Ø      Panjang minimum 480 cm, lebar 115 cm dan tebal 25 cm
Ø      Jarak antara tangga satu dengan yang lain tidak kurang dari 300 cm dan tidak lebih dari 380 cm, dan dikukuhkan secara horizontal.


2.      RAKIT PENOLONG
a.      Rakit penolong kembung
b.      Rakit penolong tegar

a.       Rakit penolong kembung
Persyaratan :
®    Harus mampu bertahan terapung selama 30 hari
®    Harus mampu dilemparkan dari ketinggian 18 meter
®    Dilengkapi dengan sarana pelindung
®    Kapasitas minimal 6 orang
®    Dilengkapi dengan 4 roket pelontar obor berparasut : 6 buah obor tangan : 2 isyarat asap apung
®    Jalan masuk ke rakit min 1 buah
®    Terbuat dari karet
®    Harus dilengkapi dengan repair kit
®    Pompa udara
®    Tutup rakit secara otomatis terbuka pada tempatnya ketika terbuka

b.      Rakit penolong KAKU
®    Dibuat dari bahan tahan api
®    Harus diberi tanda :
·        Nama dan pelabuhan pendaftaran kapal
·        Nama pembuat
·        Nomor seri
·        Nama instansi yang mengesahkan
·        Kapasitas rakit
·        Solas
·        Panjang tali tangkap
·        Ketinggian uji coba
·        Petunjuk cara peluncuran
·        Berat maksimum 175 kg


EVAKUASI atau PERSIAPAN MENINGGALKAN KAPAL

Persiapan untuk meninggalkan kapal dalam keadaan darurat dan cara-cara menurunkan alat-alat keselamatan di kapal.

1. MENINGGALKAN KAPAL

Perintah meninggalkan kapal merupakan keputusan terakhir yang di ambil oleh seorang NAHKODA. Apabila ada perintah meninggalkan kapal maka seluruh awak kapal harus menuju ke stasiun Pesawat Luput Maut untuk melaksanakan tugas sesuai sijjil meninggalkan kapal.

2. PERSIAPAN PERORANGAN SEBELUM MENINGGALKAN KAPAL TINDAKAN PERTAMA MENDENGAR ISYARAT TANDA BAHAYA

a. Gunakan seluruh pakaian sebagai pelindung.
b. Kenakan jaket / rompi berenang (life jacket).
c. Terjun ke laut pakai baju berenang.
d. Terjun ke laut memakai pelampung penolong.

3. PENGUASAAN DIRI DARI KEPANIKAN

3 Faktor penting di dalam penguasaan diri dari kepanikan :
a. Kemauan yang besar untuk tetap hidup.
b. Jangan lari dari ketakutan itu, ambillah tindakan untuk mengurangi rasa takut tersebut.
c. Sembahyang atau berdoa adalah cara yang tepat untuk memperkuat mental pribadi dan jangan malu mengerjakannya.

4. TUGAS ABK MELUNCURKAN PESAWAT LUPUT MAUT-SEKOCI PENOLONG

5. KOMUNIKASI DENGAN KAPAL LAIN ATAU TIM S.A.R

Buat tanda-tanda apa saja yang kiranya dapat menarik perhatian kapal lain atau tim SAR, misalnya :
• Menggunakan isyarat kasat mata
• Menggunakan cermin semboyan

6. MENJAUH DARI KAPAL

Setelah terjun dari kapal secepatnya harus menjauh dari kapal. Hal ini dilakukan untuk menghindari daya hisap yang ditimbulkan pada saat mengalami proses tenggelam sehingga menimbulkan tekanan pada air laut.


KEADAAN DARURAT DI ATAS KAPAL


Keadaan darurat pada umumnya disebabkan oleh faktor alam, manusia dan faktir tehnis.


1.      JENIS KEADAAN DARURAT

Bahaya atau musibah yang dapat menyebabkan untuk meninggalkan kapal:
a.       TUBRUKAN
b.      KANDAS / TERDAMPAR
c.       REAKSI MUATAN BAHAYA
d.      PENGERASAN MUATAN
e.       LEDAKAN KAMAR MESIN
f.        KEBAKARAN

2.      TINDAKAN-TINDAKAN PENCEGAHAN KEADAAN DARURAT

a.       Badan kapal dan mesin harus kuat dan memenuhi syarat.
b.      Peralatan dan perlengkapan harus yang baik dan terpelihara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
c.       Berita acara harus dipantau dengan baik setiap saat.
d.      Anak buah kapal harus mempunyai kemampuan fisik dan mental yang kuat, terdidik, dan terampil dalam menjalankan tugasnya, juga mempunyai dedikasi yang tinggi.
e.       Anak buah kapal harus mempunyai disiplin yang tinggi dan mampu bekerjasama antar mereka, sehingga dapat menangani setiap keadaan dengan cepat dan tepat.

3.      PERSIAPAN MENGATASI KEBAKARAN

Kebakaran diatas kapal dapat terjadi dari berbagai hal seperti:
a.       Bunga api yang berasal dari ketel, cerobong ataudari dapur kapal.
b.      Hubungan singkat atau (korsleting) yang dapat terjadi karena kabel-kabel listrik yang kendor.
c.       Larangan meroko pada tempat-tempat yang telah ditentukan oleh nahkoda dapat dipatuhi.
d.      Reaksi muatan.

4.      TENGGELAM

a.       Alat penyelamatan diri
·        Pelampung penyelamat
·        Baju renang
·        Pakaian cebur
·        Sarana pelindung panas

b.      Isyarat Visual
·        Cerawat tangan (Red Hand Flare)
·        Cerawat parasut (Parachute Signal)
·        Isyarat asap apung (Bouyant Smoke Signal)

c.       Survival craft
·        Sekoci penolong :
®    Rakit penolong kembung
®    Rakit penolong tegar

d.      Sekoci penyelamat
e.       Alat-alat peluncur dan embarkasi
f.        Roket pelempar tali (Line Throwing Apliances)

5.      KEAHLIAN ANAK BUAH KAPAL

Kapal sebagai sarana angkutan di laut dimana keselamatan bagi semua orang yang hidupnya tergantung dari laut harus selalu waspada terhadap marabahaya yang selalu mengancam setiap saat. Apapun cara yang ditempuh, yang penting tetap selamat mulai dari pelabuhan tolak sampai ke pelabuhan tujuan. Maka seluruh crew yang bekerja di atas kapal harus memiliki ketrampilan yang memenuhi persyaratan IMO dan PEMERINTAH.

6.      ISYARAT DARURAT

KEBAKARAN DAN KEADAAN DARURAT= 1 tiup pendek diikuti 1 tiup panjang dengan                     suling atau alarm terus menerus dengan jangka waktu ±10detik.

MENINGGALKAN KAPAL(ABANDON SHIP)= 7 tiup pendek diikuti 1 tiup panjang dengan suling atau alarm secara terus menerus.

ORANG JATUH KE LAUT= Berteriak dan katakan “orang jatuh ke laut” berulang kali kearah anjungan.

PEMBATALAN= Dari situasi kebakaran dan keadaan darurat 3 tiup pendek pada suling kapal dan 3 bunyi pendek pada alarm umum.


SERTIFIKAT PELAYARAN atau PELAUT

Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan
tinggi.
Yang mana dengan Tingkatan sebagai berikut :

lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistim Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT IV.

=== Ijazah DECK ===
Ijazah bagi pelaut (perwira) di [[Indonesia]] terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.
==== Ijazah Dek ====
Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:
# [[Ahli Nautika Tingkat I]] (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat menjabat [[Nakhoda]] kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
# [[Ahli Nautika Tingkat II]] (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
#* [[Mualim I]]/''Chief Officer'' tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
#* Nakhoda/''Master'' pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
#* Nakhoda/''Master'' kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai Mualim I selama 2 tahun
# [[Ahli Nautika Tingkat III]] (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat menjabat: [[Mualim I]]/''Chief Officer'' max 3000 DWT
# [[Ahli Nautika Tingkat IV]] (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
# [[Ahli Nautika Tingkat V]] (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
# [[Ahli Nautika Tingkat Dasar]] (ANT D)

==== Ijazah Mesin ====
Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:
# [[Ahli Teknik Tingkat I]] (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): [[Kepala Kamar Mesin]]/''Chief Engineer'' kapal tak terbatas
# [[Ahli Teknik Tingkat II]] (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B), dapat menjabat:
#* [[Masinis I]]/''Second Engineer'' kapal tak terbatas
#* [[Kepala Kamar Mesin]]/''Chief Engineer'' dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
#* [[Kepala Kamar Mesin]]/''Chief Engineer'' dengan tenaga mesin tak terbatas, pelayaran daerah pantai
# [[Ahli Teknik Tingkat III]] (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A), dapat menjabat:
#* Perwira Jaga (tak terbatas)
#* [[Masinis I]]/''Second Engineer'' dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
#* [[Kepala Kamar Mesin]]/''Chief Engineer'' dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai [[Masinis I]]
# [[Ahli Teknik Tingkat IV]] (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Intersuler (AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
# [[Ahli Teknik Tingkat V]] (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Terbatas (AMKPT): Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
# [[Ahli Teknik Tingkat Dasar]] (ATT D)

=== Sertifikat ketrampilan ===
Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh para pelaut di samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:
# Basic Safety Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar
# Advanced Fire Fighting (AFF)
# Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
#DAN SETERUSNYA


Anak Buah Kapal (ABK) atau AWAK KAPAL

    Anak Buah Kapal (ABK) atau Awak Kapal terdiri dari beberapa bagian.
Masing masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran.


Hierarki Awak Kapal 

Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi perwira/Officer dan bawahan/Rating.
* '''Perwira Departemen Dek'''
*# Kapten/Nakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab pelayaran
*# Mualim I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air tawar dan sebagai pengatur arah navigasi
*# Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi.
*# Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa, memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai pengatur arah navigasi.
*# Markonis/Radio Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yg di timbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll.<ref>Namun pada awal tahun 1990-an posisi markonis ini terancam dengan adanya peralatan komunikasi yang sangat modern yaitu dengan menggunakan system INMARSAT (International Maritime Satelit) dan GMDSS (Global Maritime Distress Safety System). Komunikasi dengan menggunakan INMARSAT lebih cepat, tepat dan akurat karena menggunakan sistem satelit pengiriman berita bisa lewat e-mail, ataupun telephone secara langsung. Banyak perusahaan pelayaran tidak mempekerjakan seorang markonis di atas kapal, karena para Mualim dan Kapten juga di perbolehkan mengoperasikan peralatan INMARSAT dan GMDSS dengan ketentuan sertifikasi yang layak untuk menggantikan posisi marconist.
Pemerintah telah memberikan kesempatan kepada para ex markonis / operator radio untuk mengambil ijazah Mualim III / ANT III (Deck Departement), akan tetapi tidak semua ex markonis tersebut dapat mengikuti pendidikan untuk mengambil ijazah ANT III tersebut dengan alasan sebagai berikut :
  * Untuk para operator radio yang sudah lanjut usia.
  * Biaya untuk mengambil ijazah ANT III tersebut sangat mahal.
  * Lama pendidikan di tambah praktek kerja laut.</ref>
  * '''Perwira Departemen Mesin''' :
  *# KKM (Kepala Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab atas semua mesin yang    ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa, mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.
  *# Masinis 1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk
  *# Masinis 2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu.
  *# Masinis 3/Third Enginer bertanggung jawab atas semua mesin pompa.
  *# Juru Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan.
  *# Juru minyak/Oiler pembantu para Masinis/Engineer
  * '''Ratings atau bawahan'''
  *# ''Bagian dek'':
  *## Boatswain atau Bosun atau Serang (Kepala kerja bawahan)
  *## Able Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
  *## Ordinary Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
  *## Pumpman atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut cairan)
  *# ''Bagian mesin'':
  *## Mandor (Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
  *## Fitter atau Juru Las
  *## Oiler atau Juru Minyak
  *## Wiper
  *# ''Bagian Permakanan'':
  *## Juru masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu memasak, pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
  *## Mess boy / pembantu bertugas membantu Juru masak


Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-3)

Sebelum membaca artikel ini silahkan baca terlebih dahulu artikel Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-1),  Siklus 2-tak Mesin Diesel (part-2) dan artikel tentang pembilasan searah.
b. Langkah Ekspansi dan Buang
Langkah ekspansi dan buang dimulai setelah terjadinya tekanan maksimum di dalam silinder akibat terbakarnya campuran bahan bakar dengan udara.
Dan setelah terjadi tekanan maksimum dalam silinder piston akan terdorong menuju TMB dan katup buang mulai terbuka dan gas hasil pembakaran akan terdorong keluar akibat tekanan dalam silinder lebih besar dari pada tekanan udara luar dan juga akibat terdesak oleh udara segar yang dimasukkan dengan paksa melalui lubang pembilasan dengan blower pembilas (turbocharger).Pada saat katup buang sudah tertutup proses pemasukkan udara masih berlangsung untuk beberapa saat dengan bantuan kompresor pembilas sampai lubang pembilasan tertutup total oleh torak, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan menaikkan tekanan udara pembilas dalam silinder.
Demikian kedua proses ini berlangsung terus menerus dan bergantian antara langkah pembilasan dan kompresi dengan langkah ekspansi dan buang oleh karena itu disebut operasi dua langkah.


Pembilasan Searah Mesin Diesel

Motor diesel yang berdaya besar yang memiliki siklus dua langkah umumnya memiliki efisiensi volumetrik yang lebih besar bila dibandingkan dengan motor diesel dengan siklus empat langkah, oleh karena dewasa ini mesin diesel dengan kapasitas besar, rata-rata mengunakan siklus dua langkah. Faktor penting dalam siklus operasi dua langkah adalah pembilasan, karena pembilasan sangat menentukan unjuk kerja pembakaran dalam siklus selanjutnya.
Ada beberapa macam pembilasan yang umum digunakan dalam siklus operasi dua langkah, dan salah satu diantaranya adalah sistem pembilasan searah (uniflow scavenging). Pembilasan ini tergolong yang terbaik diantara sistem pembilasan yang lainnya, jika digunakan untuk motor diesel ukuran besar.pembilasan-searah.gif
Dewasa ini hampir semua motor diesel siklus dua langkah daya besar menggunakan sistem pembilasan searah. Pada proses siklus dua langkah ini pembilasan terjadi dengan bantuan turbocharger yang digerakkan oleh turbin yang energinya diambilkan dari gas buang (exhaust gas). Penggunanaan turbocharger dimaksdukan untuk meningkatkan volume udara yang masuk dalam silinder. Akibat dari dikompresinya udara oleh turbocharger, temperature udara sedikit naik dan ini akan menrunkan massa jenis (density) udara itu sendiri, akibatnya effiesensi volumetrinya hanya meningkat sedikit. Dengan memasang sistem pendingin setelah turbocharger, densitas udara dapat ditingkatkan kembali sehingga effisiensi volumetriknya meingkat kembali.
Udara pembilasan juga akan mendorong gas sisa pembakaran yang belum keluar melalui katup buang di kepala silinder, lurus dari bagian bawah ke bagian atas silinder. Karena aliran udara pembilas yang lurus maka efisiensi pembilasannya menjadi tinggi. Aliran udara pembilas yang lurus akan mengurangi kecenderungan terjadinya turbolensi udara dan juga terjadinya pencampuran antara udara pembilas (fresh air) dengan gas sisa pembakaran menjadi berkurang. Dengan pembilasan udara yang lebih baik ini, juga akan meningkatkan kualitas pembakaran, sehingga tekanan efektif rata-rata meningkat dan unjuk kerja mesin secara umum akan lebih baik.


junaedisaoh-ILMUPELAUTPALAYARAN. Diberdayakan oleh Blogger.