PERSYARATAN MEMBUAT BUKU PELAUT BARU

Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru, Buku Pelaut adalah dokumen resmi negara yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang berisi identitas fisik Pelaut yang tidak berdasarkan standar biometrik sidik jari dan bukan sebagai dokumen perjalanan dan tidak dapat menggantikan paspor.

Dalam hal ini buku pelaut sangat berperan penting bagi seorang pelaut, karena di dalamny terdapat record kerja seorang pelaut, yaitu tercatat secara jelas tanggal pelabuhan sijil sign on maupun sign of seorang pelaut.

Persyaratan penting yang paling harus dilakukan sebelum membuat buku pelaut yaitu mempunyai sertifikat keahlian pelaut BST (Basic Safety Traning) yang bisa anda dapatkan di tempat diklat keahlian pelaut seperti di STIP Marunda, Pertamina Maritime Traning Center, PIP Semarang, Binasena dll bagi para calon pelaut maupun Taruna/i yang tentunya belum memiliki sertifikat keahlian pelaut.

Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru

Sebaiknya jika anda sudah mempunyai buku pelaut ( Seaman Book ) harus di simpan baik-baik karena buku pelaut merupakan salah satu dokumen penting selain sertifikat keahlian pelaut lainya.

Dibawah ini akan dijelaskan Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru dan atau membuat Buku Pelaut Baru yang hilang.
Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru

1.  Surat pernyataan belum pernah memiliki BUKU PELAUT

2.  Foto kopi sertifikat keahlian pelaut dan atau sertifikat keterampilan pelaut, surat keterangan PRALA bagi TARUNA/I yang akan melaksanakan Praktek Kerja Laut.

3.  Surat keterangan masa berlayar yang diketahui syahbandar atau KBRI setempat bagi pelaut yang pernah berlayar.

4.  Surat keterangan kesehatan dari dokter rumah sakit yang direkomendasi.

5.  Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

6.  Foto kopi AKTE KELAHIRAN / Surat Kenal Lahir / Kartu Tanda Penduduk (KTP).

7.  Pas foto ukuran 5x5 dan 3x4 masing-masing sebanyak 3 lembar

memakai baju putih polos lengan panjang berdasi hitam dengan latar belakang BIRU untuk bagian NAUTIKA (dek) dan MERAH untuk bagian TEKNIKA (mesin).

8.  Surat keterangan kehilangan dari kepolisian atau foto kopi laporan kecelakaan kapal.

9.  Buku Pelaut Lama (asli)
≠=====================≠

Lama Proses :
2 hari kerja

Masa Berlaku :
4 tahun (2 kali perpanjangan masing-masing 2 tahun)

Catatan :
##  Apabila diperlukan pemeriksaan fisik, akan memerlukan tambahan waktu 1 hari kerja untuk pemeriksaan COC pelaut asing

##   Seluruh persyaratan dilengkapi dan teridentifikasi secara berurutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

##    Waktu pelayanan berdasarkan atas penghitungan terhadap satu permohonan dan/ atau satu kapal​

Begitulah Prosedur dan Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru dan atau bagi yang kehilangan buku pelaut persyaratanya sama dengan yang diutarakan diatas ini.

Bagi yang masih kurang jelas silahkan dipertanyakan di kotak komentar
Sumber : http://hubla.dephub.go.id

PERSYARATAN MEMBUAT BUKU PELAUT BARU

Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru, Buku Pelaut adalah dokumen resmi negara yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang berisi identitas fisik Pelaut yang tidak berdasarkan standar biometrik sidik jari dan bukan sebagai dokumen perjalanan dan tidak dapat menggantikan paspor.

Dalam hal ini buku pelaut sangat berperan penting bagi seorang pelaut, karena di dalamny terdapat record kerja seorang pelaut, yaitu tercatat secara jelas tanggal pelabuhan sijil sign on maupun sign of seorang pelaut.

Persyaratan penting yang paling harus dilakukan sebelum membuat buku pelaut yaitu mempunyai sertifikat keahlian pelaut BST (Basic Safety Traning) yang bisa anda dapatkan di tempat diklat keahlian pelaut seperti di STIP Marunda, Pertamina Maritime Traning Center, PIP Semarang, Binasena dll bagi para calon pelaut maupun Taruna/i yang tentunya belum memiliki sertifikat keahlian pelaut.

Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru

Sebaiknya jika anda sudah mempunyai buku pelaut ( Seaman Book ) harus di simpan baik-baik karena buku pelaut merupakan salah satu dokumen penting selain sertifikat keahlian pelaut lainya.

Dibawah ini akan dijelaskan Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru dan atau membuat Buku Pelaut Baru yang hilang.
Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru

1.  Surat pernyataan belum pernah memiliki BUKU PELAUT

2.  Foto kopi sertifikat keahlian pelaut dan atau sertifikat keterampilan pelaut, surat keterangan PRALA bagi TARUNA/I yang akan melaksanakan Praktek Kerja Laut.

3.  Surat keterangan masa berlayar yang diketahui syahbandar atau KBRI setempat bagi pelaut yang pernah berlayar.

4.  Surat keterangan kesehatan dari dokter rumah sakit yang direkomendasi.

5.  Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

6.  Foto kopi AKTE KELAHIRAN / Surat Kenal Lahir / Kartu Tanda Penduduk (KTP).

7.  Pas foto ukuran 5x5 dan 3x4 masing-masing sebanyak 3 lembar

memakai baju putih polos lengan panjang berdasi hitam dengan latar belakang BIRU untuk bagian NAUTIKA (dek) dan MERAH untuk bagian TEKNIKA (mesin).

8.  Surat keterangan kehilangan dari kepolisian atau foto kopi laporan kecelakaan kapal.

9.  Buku Pelaut Lama (asli)
≠=====================≠

Lama Proses :
2 hari kerja

Masa Berlaku :
4 tahun (2 kali perpanjangan masing-masing 2 tahun)

Catatan :
##  Apabila diperlukan pemeriksaan fisik, akan memerlukan tambahan waktu 1 hari kerja untuk pemeriksaan COC pelaut asing

##   Seluruh persyaratan dilengkapi dan teridentifikasi secara berurutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

##    Waktu pelayanan berdasarkan atas penghitungan terhadap satu permohonan dan/ atau satu kapal​

Begitulah Prosedur dan Persyaratan Membuat Buku Pelaut Baru dan atau bagi yang kehilangan buku pelaut persyaratanya sama dengan yang diutarakan diatas ini.

Bagi yang masih kurang jelas silahkan dipertanyakan di kotak komentar
Sumber : http://hubla.dephub.go.id

Nama dan Singkatan Dalam Navigasi Perkapalan dan Pelayaran

AIS
Automatic Identification System

AMVER
Automated Mutual-Assistance Vessel Rescue System: a worldwide voluntary system operated exclusively to support SAR and to make information available to all RCCs

ARCS
Admiralty Raster Chart Service: electronic raster charts produced by the United Kingdom Hydrographic Office

ARPA
Automatic Radar Plotting Aid

ASF
Additional Secondary Factor: corrections to be applied when plotting Loran C positions on charts to take into account variations in the conductivity of the earth’s surface over which the signals pass

ATA
Automatic Tracking Aid: electronic plotting device or radars

CES
Coast Earth Station: maritime name for an INMARSAT shore-based station linking ship earth tations with terrestrial communication networks

COLREGS
Convention on the International Regulations for Preventing Collisions at Sea, 1972, as amended

COSPAS-SARSAT
A satellite system designed to detect distress beacons transmitting on the frequency 406 MHz

DATUM
A datum is a reference system for specifying positions on the earth’s surface. Each datum is associated with a particular reference spheroid that can be different in size, orientation and relative position from the spheroids associated with other horizontal datums. Positions referred to different datums can differ by several hundred metres

DGPS
Differential Global Positioning System (see GNSS)

DOC
Document of Compliance issued to the ship operator under the ISM Code

DP
Dynamic Positioning: the ability of a ship to maintain automatically a pre-set position and heading by using her own propellers and thrusters

DPO
Dynamic Positioning Operator, usually a bridge watchkeeper

Baca juga :
lowongan kerja,lowongan kerja laut,lowongan kerja pelaut

DSC
Digital Selective Calling: a technique using digital codes which enable a radio station to establish contact with, and transfer information to, another station or group of stations

EBL
Electronic Bearing Line: a radar feature

ECDIS
Electronic Chart Display and Information System

ECS
Electronic Chart System

EGC
Enhanced Group Call: part of the INMARSAT system that complements the NAVTEX system to supply SafetyNET and similar information broadcast services

ENC
Electronic Navigational Chart

EP
Estimated Position

EPA
Electronic Plotting Aid: electronic plotting device for radars

EPIRB
Emergency Position Indicating Radio Beacon: a device that transmits distress alerting signals usually via satellites

FPSO/FGSO
Floating Production, Storage and Offloading/Floating Gas Storage Offloading ship/vessel or unit: an oil/gas production facility

GLONASS
Global Navigation Satellite System (see GNSS)

GMDSS
Global Maritime Distress and Safety System: a global communications service based upon automated systems, both satellite and terrestrial, to provide distress alerting and promulgation of maritime safety information for mariners

GNSS
Global Navigation Satellite System: a worldwide position and time determination system that includes one or more satellite constellations and receivers

GOC
General Operator’s Certificate: a GMDSS radio operator’s certificate for use on ships trading beyond GMDSS Sea Area A1. This is now usually incorporated into the STCW qualifications of deck officers at the operational level.

GPS
Global Positioning System (see GNSS)

HF
High Frequency

HPR
Hydroacoustic Position Reference: a PRS often used in conjunction with DP, configured with sea-floor acoustic transponders

IAMSAR
International Aeronautical and Maritime Search and Rescue Manual: published in three volumes jointly by ICAO and IMO

IBS
Integrated Bridge System

ICAO
International Civil Aviation Organization: Montreal based United Nations intergovernmental body

IHO
International Hydrographic Organization: Monaco based intergovernmental body

ILO
International Labour Organization: Geneva based United Nations intergovernmental body, responsible for seafarers’ employment standards

IMO
International Maritime Organization: London based United Nations intergovernmental body, responsible for the safety of life at sea, including navigational rules, and the protection of the marine environment

NAVTEX
Telegraphy system for broadcasting marine weather forecasts, navigational warnings, SAR alerts and other warnings and urgent information to ships in coastal waters (up to 400 nautical miles) under the WWNWS

NBDP
Narrow-Band Direct Printing telegraphy used for radiotelex and NAVTEX

NOAA
National Oceanic and Atmospheric Administration: United States producer of electronic raster charts

OOW
Officer of the Watch

Baca juga :
lowongan kerja kapal,lowongan abk,lowongan abk kapal,lowongan kru

PRS
Position Reference System: a navigational sensor (e.g. DGPS) used in conjunction with a DP system

RCC
Rescue Co-ordination Centre: a unit responsible for promoting the efficient organisation of SAR services and for co-ordinating the conduct of SAR operations within a SAR region

RCDS
Raster Chart Display System

RENC
Regional Electronic Navigational Chart Co-ordinating Centre: supplier of official chart data

RNC
Raster Navigational Chart

ROC
Restricted Operator’s Certificate: a GMDSS radio operator’s certificate for use on ships trading only in GMDSS Sea Area A1 R/T Radio Telephony S-57 Edition 3 IHO’s latest transfer standard for digital hydrographic data for use with ECDIS

SafetyNET
INMARSAT service for promulgating MSI to ships on the high seas; it includes shore-to-ship relays of distress alerts and communications for SAR co-ordination

SAR
Search and Rescue/International Convention on Maritime Search and Rescue, 1979, as amended

SART
Search and Rescue Transponder: a portable radar transponder for use in survival craft, which transmits homing signals in the 9 GHz band

SENC
System Electronic Navigational Chart: a database that comprises ENC data, ENC updates and other data added by the mariner that is accessed by, and displayed on, the ECDIS

Baca juga :
lowongan kru kapal,antd attd,lowongan ant,lowongan antd,lowongan att,lowongan attd

SES
Ship Earth Station: shipborne satellite communication station, used for exchanging messages with shore subscribers and ships

SMCP
Standard Marine Communication Phrases: an updated version of SMNV that includes phrases that have been developed to cover the most important safety-related fields of verbal communications

SMNV
Standard Marine Navigational Vocabulary: adopted by IMO for communications on board ship as well as for those between ship and shore

SMPEP
Shipboard Marine Pollution Emergency Plan

SMS
Safety Management System under the ISM Code

SOLAS
International Convention for the Safety of Life at Sea, 1974, as amended

SOPEP
Shipboard Oil Pollution Emergency Plan

STCW
International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers, 1978, as amended STCW Code Seafarers’ Training, Certification and Watchkeeping Code, appended to the STCW Convention

S-VDR
Simplified Voyage Data Recorder

TMC
Transmitting Magnetic Compass

UMS
Unmanned Machinery Space

VDR
Voyage Data Recorder

VRM
Variable Range Marker: a radar feature

VTS
Vessel Traffic Services

WEND
World Electronic Navigational Chart Database

WGS84
World Geodetic System 1984 datum

WMO
World Meteorological Organization: Geneva based United Nations intergovernmental body

WWNWS
World-Wide Navigational Warning Service: established by IMO in collaboration with IHO for the dissemination of navigational warnings to ships

WWRNS
World-Wide Radio Navigation System: terrestrial and satellite radio-navigation systems that have been accepted by IMO as capable of providing adequate position information to an unlimited number of ships

XTE
Cross Track Error

junaedisaoh-ILMUPELAUTPALAYARAN. Diberdayakan oleh Blogger.